Kerajaan Sriwijaya, Prasasti dan Nama Raja-Raja Yag Berkuasa

Sejarah kerajaan Sriwijaya, peninggalan prasasti dan raja yang berkuasa akan dibahas di sini. Sumber : waheedbaly.com

Kerajaan-kerajaan kepulauan memiliki pengaruh besar pada sejarah masyarakat Indonesia, termasuk kerajaan yang terletak di kepulauan Sumatera, kerajaan Sriwijaya.

Nama kerajaan sriwijaya berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti bahwa sri cerah sedangkan jaya berarti pemenang atau memiliki kemenangan. oleh karena itu makna nama kerajaan ini sebagian besar memiliki arti kemenangan yang bercahaya dan bercahaya.

Kerajaan Sriwijaya memerintah tidak hanya di kepulauan Sumatera, tetapi di luar kepulauan itu, termasuk Thailand, Kamboja dan semenanjung Melayu, sampai ke bagian Jawa yang membuat nama kerajaan Sriwijaya dikenal di seluruh kepulauan dan luar negeri.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Sebagai bukti kerajaan yang pernah berjaya di nusantara dan di luar nusantara, tentunya ditandai dengan peninggalan sejarah yang menjadi saksi saat itu, termasuk kesaksian peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya yang masih ada hingga sekarang, khususnya dalam bentuk prasasti. Berikut ini adalah prasasti peninggalan selama masa pemerintahan Sriwijaya.

1. Prasasti Karang Birahi
Prasasti Karang Birahi ditemukan sekitar tahun 1904 oleh controller L.M. Berkhout di sekitar tepi Batang Merangin, Jambi, prasasti tersebut mengandung kutukan bagi mereka yang tidak mau tunduk kepada pemerintahan Sriwijaya.

2. Pendaftaran Palas Pasemah
Prasasti Palas Pasemah adalah prasasti yang ditemukan di sebuah desa bernama Palas Pasemah di provinsi Lampung, tepatnya di bagian selatan Palas Lampung, ke selatan, tidak jauh dari kota Kalianda.

Prasasti itu sama dengan prasasti nafsu koral yang mengandung kutukan bagi orang-orang yang tidak mau tunduk kepada otoritas kerajaan Sriwijaya.

prasasti tersebut menggunakan bahasa Melayu kuno dengan prasasti Pallawa dan terdiri dari 13 baris kalimat dan diperkirakan bahwa prasasti tersebut berasal dari abad ke-7 Masehi, yang terletak di sekitar pinggiran rawa-rawa desa.

3. Prasasti Kapur
Prasasti cretaceous adalah peninggalan kuno kerajaan Sriwijaya yang terletak di bagian barat pulau Bangka, prasasti ini ditulis dalam Bahasa Melayu Kuno dan menggunakan aksara Pallawa, yang ditemukan sekitar tahun 1892 pada bulan Desember.

J.K. van der Meulen adalah penemu prasasti dan prasasti ini juga mengandung kutukan bagi siapa saja yang tidak mematuhi aturan dan perintah kerajaan.

4. Pendaftaran Bukit Kedukan
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh Batenburg pada sebuah batu tulis yang ditemukan di desa Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, yang berlangsung dari 29 November 1920 M. Prasasti ini memiliki ukuran sekitar 45 x 80 sentimeter dan ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu.

Prasasti itu berisi utusan kerajaan bernama Dapunta Hyang, yang telah melakukan perjalanan suci atau sidhayarta menggunakan perahu, dan disertai dengan 2.000 pasukan, perjalanannya berhasil. dan sekarang prasasti Bukit Kedukan ditemukan di Museum Nasional Indonesia.

5. Pendaftaran Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu terletak di sekitar kolam Telaga Biru, yang terletak di Ilir 3, di distrik Ilir Timur II, Palembang, di selatan Sumatra, dan isi prasasti ini pada kutukan bagi mereka yang melakukan perbuatan jahat di Sriwijaya, dan sekarang prasasti disimpan di Museum Nasional Indonesia,

Sekarang ini adalah prasasti yang telah menjadi sejarah sejauh ini sehingga kita masih dapat menemukannya sebagai bukti sejarah kerajaan nusantara.

Berikut ini adalah hari-hari kemuliaan dan raja di kerajaan Sriwijaya

Raja dari kerajaan Sriwijaya

Raja kerajaan Sriwijaya yang menaklukkan Jawa dan Melayu adalah Muslim atau Sri Raja Dapunta Jayanasa dan memimpin pada tahun 671. Kemudian, pada 728-742, dipimpin oleh Rudra Wikrama ali melakukan utusan ke China dalam masa jabatannya.

Dan di dekatnya Pada tahun 702, dipimpin oleh Raja Sri Indrawarman dan kemudian dilanjutkan oleh Kaisar Sri pada 775. Di bawah kepemimpinannya, pemerintah Thailand dan kerajaan Kamboja dapat dikalahkan oleh Sriwijaya. Pada 851 Sri Lanka dipimpin oleh kaisar yang dilanjutkan oleh Dewa Balaputra pada 860 Masehi

Kemudian raja berikutnya adalah Sri Udaya ditya warman yang memerintah dan memerintah pada 960 M, kemudian dilanjutkan dari Sri Udayaditya hingga 962 M, setelah itu kedaulatan Sri Lanka dilanjutkan oleh dewa perang Sri Sudamani dan Mara Wijaya pada masa perang pada 1044 M.

Dan pemerintahan raja terakhir dari kerajaan Sriwijaya, Sri Sanggarama wijaya warman pada 1044 Masehi

Berikut adalah beberapa informasi tentang kerajaan Sriwijaya dengan sejarahnya yang tertinggal, tetapi ada beberapa yang menganggap kerajaan itu fiktif, tetapi ada banyak sumber dan sumber yang menunjukkan bahwa itu ada.


CATEGORIES : Pendidikan/ AUTHOR : bintaro

Comments are closed.