Tips menjaga pola tidur saat puasa agar tidak cepat tertidur

Diet bukan satu-satunya hal yang berubah dalam rutinitas Anda selama bulan puasa. Kewajiban untuk bangun pagi-pagi sekali demi makan sahur tidak diragukan lagi adalah pengurangan tidur malam. Perubahan pola tidur selama puasa ini secara tidak sengaja sering menjadi alasan kita sering lemah dan mengantuk sepanjang hari. Pada akhirnya, produktivitas di sekolah dan tempat kerja juga menurun.

Jangan berpuasa sebagai alasan untuk tidak antusias dengan hari Anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda memperbaiki pola tidur selama berpuasa sehingga Anda tidak tidur selama aktivitas siang hari.

Tips menjaga pola tidur saat puasa agar tidak cepat tertidur

1. Mempromosikan tidur

Sejauh mungkin, lanjutkan tidur Anda selama bulan puasa dan jadwalkan pada waktu yang sama setiap hari. Sebagai contoh, jika selama bulan puasa Anda secara teratur berdoa sholat Tarawih, cobalah untuk bergegas dan tidur kemudian dan jangan memaksakan diri untuk tidur larut malam.

Jika shalat Tarawih biasanya berakhir sekitar jam 8:00 malam, ambil periode persiapan tidur 90 menit (untuk mandi, membersihkan, dll.), Lalu pergi tidur. Ini berarti Anda harus tidur jam 9:30. Dan jika Anda tahu Anda harus tidur jam 9.30 pagi, hentikan semua kegiatan Anda yang mahal jam 9.15 pagi atau lebih cepat jika Anda bisa.

Jika Anda tidak terbiasa tidur lebih cepat selama bulan puasa, maka jam tidur dapat berkurang rata-rata 40 menit karena mereka terganggu selama matahari terbit. Menurut penelitian dari Journal of Sleep Research, ini akan mengurangi durasi fase tidur nyenyak atau REM (gerakan mata cepat) yang membuatnya mudah menjadi lemah dan mengantuk di siang hari.
2. Tidur siang lagi setelah Sahur

Tidur langsung setelah matahari terbit berdampak negatif pada tubuh. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa tidur yang cukup adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, sama seperti kebutuhan akan udara dan makanan.

Untuk mengatasinya, cobalah bangun pada waktu subuh. Karena dengan begitu tubuh Anda masih memiliki cukup waktu luang untuk mencerna makanan seoptimal mungkin untuk menghasilkan energi yang Anda butuhkan nanti. Setelah itu, Anda masih punya waktu sekitar 1-2 jam sebelum bersiap untuk melanjutkan rutinitas Anda. Gunakan waktu kosong ini untuk kembali tidur.
3. Luangkan waktu untuk tidur

Gunakan waktu luang Anda di siang hari untuk mencuri tidur Anda sebentar. Misalnya tidur di kendaraan umum selama perjalanan pulang. Jika Anda mengendarai kendaraan pribadi, jangan memaksanya untuk segera pergi jika masih mengantuk. Yang terbaik adalah tidur siang dulu untuk menyegarkan pikiran Anda. Begitu juga saat Anda bersiap untuk pulang. Tidur ekstra hanya dalam 5 menit sebenarnya dapat memiliki efek besar pada tubuh Anda.

Juga, manfaatkan waktu makan siang untuk tidur siang. Tidur siang selama 20-30 menit lebih dari cukup untuk memulihkan energi sehingga Anda bisa produktif lagi. Para peneliti telah menemukan bahwa tidur siang selama 30 menit dapat menutupi tidur jika Anda hanya tidur selama 2 jam di malam hari. Selanjutnya, tidur siang juga bisa mengendalikan hormon stres dalam tubuh yang disebabkan oleh kurang tidur di malam hari.
4. Perhatikan apa yang Anda konsumsi sebelum tidur

Jangan tidur di saat lapar atau bahkan meluap. Secara khusus, hindari makan berat beberapa jam sebelum tidur. Tidur segera setelah makan besar dapat mengganggu waktu tidur, bahkan dapat meningkatkan risiko stroke. Jika Anda sangat lapar dan dipaksa makan sebelum tidur, Anda harus memilih makanan yang mudah dicerna dan makan dalam porsi kecil, seperti buah atau kerupuk oatmeal.

Anda juga harus menghindari merokok dan kafein jika Anda ingin menjaga pola tidur Anda puasa. Efek stimulasi nikotin dan kafein membutuhkan waktu berjam-jam untuk benar-benar runtuh, sehingga ini dapat merusak kualitas tidur Anda.
5. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Jadikan kamar tidur Anda cara yang ideal untuk tidur. Pastikan kamar tidur Anda adalah tempat yang gelap, sejuk, dan tenang; dan jauhkan komputer, ponsel, TV, dan perangkat elektronik lainnya dari jangkauan Anda. Emisi cahaya yang kuat dari perangkat elektronik berfungsi untuk meniru sifat sinar matahari alami. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa masih pagi, dan karena itu produksi melatonin, hormon pemicu mengantuk, terganggu.

Singkatnya, jam bermain ponsel sebelum tidur membuat Anda lebih antusias, sehingga Anda perlu lebih banyak waktu untuk akhirnya bisa tidur. Sebaiknya, lakukan aktivitas relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air panas, yoga ringan, atau teknik relaksasi

Baca juga :


CATEGORIES : Kesehatan/ AUTHOR : bintaro

Comments are closed.